Dalam Kesederhanaan, Ada Kebaikan

DAUNJATUH.COM – Sebesar apa pun rasa suka pada dirimu terhadap minuman berasa, jangan tinggalkan air putih. Bahkan ialah yang terpenting untuk menjaga dirimu agar tetap bugar. Tidak rapuh. Tidak keropos.

Engkau boleh tidak minum kopi kesukaan selama seminggu. Sebulan tak minum kopi pun bukan kesalahan. Begitu pula dengan teh dan minuman menggoda selera lainnya. Tetapi air putih yang tawar itu? Sehari engkau tinggalkan air putih, masalah mulai menghampiri meskipun mungkin belum tersadari. Seminggu tak minum air putih, masalah serius mulai menunggu. Apalagi jika sampai berlanjut menjadi kebiasaan yang berlangsung selama bertahun-tahun, tidak meminum air putih kecuali sangat sedikit atau hampir-hampir tidak sama sekali.

Dakwah juga demikian. Air putih tawar bernama majelis-majelis tanpa gemerlap itulah yang sesungguhnya akan membawa perubahan dan pergerakan besar. Tak ada seremoni, kecuali hanya sekedar pembuka. Tak ada gemerlap riuh rendah yang dilengkapi dengan kilatan lampu kamera. Tetapi jika kita sungguh-sungguh berdakwah, majelis yang tampaknya tidak menggelora itulah yang justru akan meninggalkan bekas kuat hingga masa-masa sesudah kita tiada.

Tetapi….

Alangkah banyak yang meninggalkan air putih tawar karena tergoda oleh latte coffee yang dipenuhi hiasan, disiapkan lama untuk menghasilkan citarasa seni di atas secangkir kopi berlapis susu yang ditumpahkan melalui frother sehingga berbuih-buih. Padahal kopinya sedikit.

Makin terlena kita dengan latte art di secangkir kopi kita, beriring dengan semakin jauh dari air putih tawar, maka tulang punggung dan bahkan tulang ekor dakwah kita akan semakin rapuh. Tepuk tangan bergemuruh, tetapi tidak meninggalkan bekas yang besar, meskipun jejak-jejak kegemerlapan boleh jadi masih tersisa. Di belakang kita banyak yang berbondong ingin berdakwah. Bukan karena mencintai dakwah dan memperjuangkan perubahan pada ummat ini, tetapi karena kerinduan untuk turut merasakan jejak-jejak gemerlap itu….*

Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Tinggalkan Balasan