Peringatan Buat Penguasa

DAUNJATUH.COM – Inilah peringatan tentang penguasa yang tidak bersetia kepada rakyatnya; penguasa yang lebih berpihak kepada orang-orang kaya di antara mereka atau yang serupa dengan itu.

Nabi shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنِ اسْتَرْعَاهُ اللهُ رَعِيَّةً ثُمَّ لَمْ يُحِطْهَا بِنُصْحٍ إِلَّا حَرَّمَ اللهُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ

“Barangsiapa yang diangkat oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, kemudian ia tidak mencurahkan kesetiaannya, maka Allah haramkan baginya surga.” Muttafaqun ‘alaih.

Seburuk apa pun penguasa, do’akan ia dengan kebaikan. Semoga ia berubah dari buruk menjadi baik. Jika pun tak berubah, sesungguhnya mendo’akan diam-diam dan bukan do’a terbuka untuk memuja-muja dia menjelang Pemilu, akan menjadi kebaikan bagi yang mendo’akan. Sebab do’a kebaikan yang kita mohonkan secara diam-diam bagi orang lain, ia berlaku untuk yang kita do’akan serta bagi diri sendiri.

Tetapi, ada pemimpin yang Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam do’akan baginya keburukan, meskipun ini sebenarnya do’a yang seimbang. Beliau berdo’a:

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ هَذِهِ أُمَّتِي شَيْئاً فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ. وَمَنْ شَقَّ عَلَيْهَا فَاشْفُقْ عَلَيْهِ. رواه مسلم.

“Ya Allah, siapa saja yang mengurus urusan umatku ini, yang kemudian ia menyayangi mereka, maka sayangilah ia. Dan siapa saja yang menyusahkan mereka, maka susahkanlah ia.” HR. Muslim.

Apa kewajiban kita? Seandainya itu terjadi, kita tetap taat dalam urusan yang tidak menentang syari’at, tidak pula menghinakan agama ini. Tetapi kita harus memastikan diri agar tidak termasuk pendukung kezaliman penguasa.

Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«اسْمَعُوا، هَلْ سَمِعْتُمْ أَنَّهُ سَيَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ؟ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ الحَوْضَ،َ»

“Dengarkanlah, apakah kalian telah mendengar bahwa sepeninggalku akan ada para pemimpin? Siapa yang masuk kepada mereka, lalu membenarkan kedustaan mereka dan menyokong kezaliman mereka, maka dia bukan golonganku, aku juga bukan golongannya. Dia juga tak akan menemuiku di telaga.” (HR Tirmidzi, Nasai dan Al Hakim).

Nah.*

Oleh : Mohammad Fauzil Adhim

Tinggalkan Balasan