Komandan Al-Asyi Kecam Rencana Pemerintah Pusat Kelola Tanah Wakaf Aceh di Mekkah

DAUNJATUH.COM – Pemberitaan seputar rencana Pemerintah Indonesia untuk berinvestasi di atas tanah wakaf Aceh di Arab Saudi, menimbulkan reaksi di Aceh.

Salah satunya diungkap oleh Komando Aneuk Muda Alam Peudeung Al Asyi (Komandan Al-Asyi).

Melalui rilis kepada Serambinews.com, Sabtu (10/3/2018), Komandan Al-Asyi mengecam rencana yang diusung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tersebut.

“Jangan lagi dibelokkan sejarah Aceh untuk kepentingan Indonesia yang tentunya sangat mengecewakan rakyat Aceh,” tulis Pang Ulee Komandan Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin.

Seperti ramai diberitakan, Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk bertemu dengan Islamic Development Bank (IDB) dan beberapa investor.

Pertemuan ini dalam rangka membahas peluang kerja sama investasi dan penempatan dana.

Salah satu rencana investasi tersebut yakni membangun hotel di atas tanah wakaf milik masyarakat Aceh yang ada di Mekkah.

Rencana tersebut disampaikan anggota Badan Pelaksana Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, saat bertemu Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, di Istana Wakil Presiden, Jumat (9/3).

Anggito datang bersama Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) Alwi Shihab.

“Kami akan melakukan kerja sama dengan IDB dan juga akan bertemu dengan beberapa pihak investor di Arab Saudi, untuk melakukan administrasi, yang paling dekat adalah dengan tanah wakafnya Aceh di Mekkah. Kemudian ada beberapa kesempatan-kesempatan investasi Arab Saudi yang lain,” ujar Anggito, seperti dilansir Republika.co.id, Jumat (9/3/2018).

Anggito mengatakan, Pemerintah Aceh memiliki tanah wakaf yang letaknya sekitar 400 meter dari Masjidil Haram. Tanah wakaf milik Aceh tersebut sudah diikrarkan untuk investasi.

“Ikrar wakafnya sudah ada, dan sudah diinvestasikan oleh wakif di Arab Saudi, dan itu kita sedang proses negosiasi,” kata Anggito.

Menanggapi itu, Komandan Al-Asyi menyatakan sikap keberatan atas apa yang telah diusulkan oleh Anggito kepada Wapres Jusuf Kalla.

“Sudah sangat banyak pengorbanan rakyat Aceh untuk Indonesia, termasuk Aceh sebagai bangsa telah dikerdilkan menjadi sebuah suku hari ini,” ujarnya.

Ia memaparkan, sejarah Habib Bugak Al-Asyi yang setiap tahun melakukan perjalanan ke Tanah Hijaz Mekkah untuk mengirimkan donasi Sultan Aceh ke Masjidil Haram adalah hal yang tidak dapat dinafikan oleh semua pihak.

“Ini sudah menjadi torehan sejarah manis hubungan Kesultanan Aceh dengan penguasa di Hijaz, sehingga orang Aceh menjadi sangat familiar di Tanah Suci Mekkah, memiliki investasi tanah di sana, hingga ada beberapa yang akhirnya diwaqafkan sebagaimana yang dilakukan Habib Bugak Al Asyi,” kata Pang Ulee Komandan Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin.

Tuanku Warul Walidin yang merupakan keturunan Kesultanan Aceh mengatakan, wakaf Habib Bugak Al Asyi masih sangat terpelihara pengelolaannya hingga hari ini.

Bagi hasil dari pengelolaan wakaf ini dapat dinikmati oleh seluruh jamaah Haji Aceh yang melaksanakan Ibadah Haji ke Mekah, setiap tahunnya.

“Kami yakin bahwa masyarakat indonesia lainnya dapat memaklumi kondisi ini dan tidak perlu dipersoalkan untuk disamaratakan,” ujarnya.

“Aceh punya Sejarah Panjang sebagai Bekas Pusat Kerajaan Lima Emperium besar Islam Dunia. Terima kasih kami Ucapkan kepada Perwakilan nadzir wakaf, Syekh Abdullatif M Baltow, yang setiap tahunnya mengurus pembagian hasil waqaf ini dengan sangat amanah,” imbuh Pang Ulee Komandan Al Asyi, Tuanku Warul Waliddin.*

Sumber : SerambiNews.com

Tinggalkan Balasan