YLKI: Pengerjaan Infrastruktur seperti Angkot Kejar Setoran

DAUNJATUH.COM – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik percepatan pengerjaan pembangunan proyek infrastruktur di era pemerintah Joko Widodo.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengibaratkan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan seperti sopir angkot yang sedang mengejar setoran. Pemerintah lebih terfokus pada pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya.

Tulus mendesak pemerintah agar membentuk tim investigasi independen karena banyaknya proyek percepatan infrastruktur pemerintah yang mengalami kecelakaan. Tim itu juga wajib melakukan audit ulang terhadap proyek infrastruktur.

Kata dia, Tim Investigasi Independen ini nantinya memiliki tugas utama untuk melakukan engineering forensic.

“Yang dimaksud adalah untuk menyimpulkan apakah yang terjadi merupakan kegagalan dalam perencanaan konstruksi, kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi, atau kegagalan dalam pengawasan konstruksi,” kata Tulus melalui siaran persnya, Selasa (20/2).

Kecelakaan kerja di proyek infrastruktur kembali terjadi Selasa (20/2) dini hari. Tiang pancang tol becakayu ambruk dan melukai tujuh orang pekerja.

Sebelumnya, pada 17 Oktober 2017, tiang proyek pembangunan jalur LRT di Kelapa Gading, Jakarta Utara ambruk. Tak ada korban saat itu. Dua pekan setelahnya, 3 November 2017, pagar beton pembatas jalur MRT di Jalan Wijaya Jakarta Selatan ambruk. Saat itu satu orang dikabarkan terluka.

Menurut Tulus, tim ini khusus dibuat untuk mengaudit ulang proyek infrastruktur yang saat ini sedang berjalan.

“Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang,” katanya, “Korban masal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi terjadi saat digunakan konsumen nantinya.”

Kecelakaan konstruksi terhadap proyek infrastruktur yang terjadi secara beruntun, menurut Tulus, menjadi bukti nyata kegagalan konstruksi.

“Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten,” ujar dia.*

Sumber : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan