Serangan Jet Suriah Bunuh Sedikitnya 77 Warga Sipil, Dunia Senyap

DAUNJATUH.COM – Pengeboman besar-besaran yang terjadi di Suriah setidaknya menewaskan 77 penduduk sipil. Pengeboman ini terjadi di daerah yang dikuasai kelompok oposisi di GhoutaTimur, Senin (19/1).

Pengeboman ini diduga terjadi berkaitan dengan makin tingginya tekanan rezim untuk menyiapkan serangan darat secepatnya. Sejumlah serangan udara, tembakan roket dan artileri menghantam wilayah tersebut.

Pengamat Suriah untuk Hak Azasi Manusia yang berbasis di Inggris menyebut setidaknya 20 anak dan 77 warga sipil terbunuh dalam serangan tersebut. Sementara 300 lainny terluka.

“Rezim tersebut membom Ghouta Timur untuk membuka jalan bagi serangan darat,” kata Kepala Observatorium Rami Abdel Rahman, seperti dikutip AFP.

Warga Hammuriyeh yang berdiam di kota tersebut segera masuk rumah dengan panik begitu mendengar suara pesawat terbang. Menurut, Alaa al-Din, seorang warga Suriah (23) di Hammuriyeh, warga sipil takut kepada serangan pemerintah.

“Nasib Ghouta tidak diketahui Kami tidak memiliki apa-apa selain rahmat Tuhan dan bersembunyi di ruang bawah tanah kami,” katanya kepada AFP. “Tidak ada alternatif lain.”

Rebut Wilayah Oposisi

Meningkatnya ketegangan ini muncul setelah pasukan pro-pemerintah juga diperkirakan memasuki kantung Afrin yang terkepung di Kurdi di Utara untuk menghadapi serangan Turki di sana.

Ghouta Timur dikuasai oposisi sejak 2012 dan kini menjadi kantong oposisi terakhir di sekitar Damaskus. Presiden Bashar al-Assad pun telah mengirim pasukan ke lokasi ini untuk merebutnya kembali.

Oposisi utama Koalisi Nasional, yang berbasis di Turki, mengecam serangan yang mereka sebut sebagai “perang pemusnahan” di Ghouta Timur itu. Mereka juga mengecam “kesunyian internasional” atas peristiwa ini.

Pihak oposisi ini juga menuduh rezim Rusia berusaha untuk “mengubur proses politik” untuk solusi konflik.*

Sumber : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan