Cocktail Tapi Bukan Buah

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

DAUNJATUH.COM – Awalnya saya memahami koktail sebagai minuman (atau makanan tepatnya?) yang dibuat dari potongan beraneka ragam buah dan disiramkan sirup ke dalamnya. Biasa disajikan dalam keadaan dingin. Tetapi ada kopi koktail (cocktail coffee)? Sekedar nama menu ataukah kategori jenis menu? Inilah yang perlu diketahui.

Istilah cocktail yang kemudian berdekatan dengan istilah cocktail party merujuk pada minuman beralkohol yang dicampur dengan minuman maupun bahan-bahan lain yang beraroma. Nah. Cocktail party berarti pesta minum minuman beralkohol yang sudah dicampur berbagai bahan lain beraroma kuat, kopi salah satunya. Seorang barista adakalanya juga merangkap sebagai bartender.

Ada beragam jenis kopi koktail sesuai khamr yang dipakai. Semuanya haram karena mencampurkan satu atau dua jenis bahan haram ke dalam kopi. Kadang bahkan lebih dari dua macam bahan haram. Selain minuman dengan kadar alkohol tinggi, salah satu bahan yang kadang ditambahkan ke dalam kopi adalah rhum. Saya tidak merinci bahan apa saja yang dipakai karena memang saya tidak mengkajinya secara mendalam. Tetapi saya merasa perlu menyampaikan agar sekiranya sedang berada di negeri orang, termasuk di bandara, tidak sampai salah pesan hanya karena terpaku dengan kata kopi.

Kaidah dasar yang perlu kita pegangi sebenarnya sederhana. Setiap kali kita menemukan istilah tambahan yang dirangkaikan dengan kopi, teh atau pun yang lain, jangan segan-segan untuk bertanya. Itu adalah hak konsumen dan mendasar lagi kewajiban sebagai muslim untuk menghindari yang haram, termasuk syubhat. Obatnya syubhat adalah dengan bertanya. Jika jawaban belum mencukupi, kita dapat menjelajah lebih jauh untuk mencari penjelasan yang meyakinkan melalui dunia maya. Selama belum memperoleh informasi yang memadai, maka jawaban yang belum mencukupi tadi sudah cukup meyakinkan kita untuk menghindari minuman yang masih syubhat. Bukankah prinsip dasar dalam menghadapi yang syubhat adalah menghindarinya?

Pada awalnya, saya mengenal istilah Americano misalnya, juga dari bertanya ketika perlu memastikan kehalalan minuman saat hendak memesan kopi. Saya tidak berani memesan sampai memperoleh penjelasan dari pramusaji bahwa Americano merupakan varian kopi hitam yang lebih encer dibandingkan espresso, mengacu pada standar black coffee (hitam hitam) a la Amerika.

Adakalanya cocktail coffee merupakan rumpun jenis kopi dalam menu kedai kopi. Di dalamnya ada berbagai varian kopi yang dicampur liquor, meskipun bisa saja campurannya berupa liqeuer. Tetapi kadang hanya sebagai salah satu menu tanpa informasi lebih rinci. Adakalanya informasi itu juga tidak menggambarkan isi (bahan), tetapi cenderung kepada pembentukan ekspektasi sensasi yang akan didapatkan (misalnya “deliver you freshness” atau yang lebih heboh lagi). Apa pun itu, yang paling penting bagi kita adalah mengenali bahwa istilah cocktail coffee menunjukkan keharamannya. Seakan kopi, padahal hakekatnya khamr.

Apakah kopi khamr semacam itu hanya ada di bandara negeri-negeri seberang? Tidak. Di negeri kita pun banyak tempat yang menyediakan, termasuk menu di hotel yang kadang kita harus menginap di sana dalam rangka menjalankan tugas.

Paling aman bawa kopi dan menyeduh sendiri. Repot? Awalnya agak repot. Lebih enak kalau tidak ada ketergantungan kepada kopi. Adakalanya saya sengaja tidak bikin kopi selama perjalanan walaupun ingin, bukan karena tidak ada kopi, tetapi karena tidak ingin terikat oleh kopi.

Jika pun harus memesan, pilihan paling aman adalah take away kopi hitam, apakah Americano ataukah duoble shot espresso. Bukan diminum di tempat. Wadahnya aman dari resiko syubhat.

***

Mau bikin kopi tidak ada air panas yang memadai? Jika perjalanan cukup panjang, penerbangan di atas 10 jam non-stop, kita bisa bikin cold brew. Siapkan 2 botol kosong yang aman untuk makanan dan minuman (food grade). Salah satu isi dengan air suhu normal, masukkan kopi bubuk kira-kira 1/8 jumlah air. Kocok-kocok pelan hingga merata, tidak perlu keras. Kemudian biarkan hingga sekitar 4 jam. Setelah itu kocok lagi sebentar dan biarkan selama sekitar 4 jam atau minimal 2 jam.

Setelah dibiarkan selama total 8 jam, kopi siap diminum. Bisa juga dipindahkan ke botol satunya yang masih kosong sehingga ampasnya tertinggal di botol awal. Bisa juga langsung dituangkan ke dalam gelas untuk diminum.

Kopi cold brew yang masih bersama ampas kopinya dapat dibiarkan selama 24 jam. Selama itu pula proses immersion (perendaman) masih akan memengaruhi hasil dan citarasa. Adapun kopi cold brew yang sudah dipisahkan dari ampasnya dapat dibiarkan dalam botol lebih lama lagi. Jika disimpan dalam kulkas, bahkan bisa berhari-hari tanpa khawatir berubah rasa dan kualitasnya.

Sekedar mengingatkan, jangan meminum kopi cold brew yang baru direndam 1 atau 2 jam. Bisa kembung karena proses yang belum sempurna.*

Tinggalkan Balasan