Dimulai Dari Yang Kecil

@UstadzFelixSiauw

DAUNJATUH.COM – Hampir tidak ada yang datang secara tiba-tiba, baik itu kebaikan juga keburukan. Semua pasti ada pendahuluannya, dari yang kecil, lama-lama menjadi besar.

Perlu 5 tahun sebelum saya nyaman dengan Islam, lalu memilih Islam menjadi agama saya. Bermula dari membaca, berinteraksi dengan Muslim, barulah memilih Islam.

Tidak serta merta saya bisa nyaman dengan Muslim, sebab apa yang saya yakini dulu bahwa Muslim itu kasar, keras, kotor, mau menang sendiri, sudah terpatri dalam benak.

Tapi dengan berinteraksi dengan mereka, lambat laun apa yang saya pahami berubah. Mulai dari main basket bareng, makan bareng, sampai akhirnya satu kost bareng.

Intinya seperti peribahasa jawa, witing tresna jalaran saka kuliner, eh kulina. Munculnya cinta itu karena sudah terbiasa. Ini berlaku untuk kebaikan atau keburukan.

Begitupun ideologi selain Islam, dia dibungkus dengan segala rupa, seolah sepele, tapi bagian dari kampanye besar untuk merekrut manusia masuk dalam ideologinya.

Sekularisme adalah lawan Islam, sebab saat Islam ingin jadikan agama sebagai aturan bagi semua kehidupan, sekularisme justru sebaliknya, agama tak boleh mengatur.

Nilai-nilai sekularisme itulah yang kini diperjuangkan via perayaan semisal tahun baru. Disitu ada gaya hidup, ada pula nilai-nilai hedonisme, dan juga kesia-siaan.

Maka tidak layak seorang Muslim ikut andil di dalamnya, sebab pasti sedikit demi sedikit akan berpikir dengan cara sekuler. Tak layak Muslim ikut meramaikan hal semisal ini.

Bilapun ada hari libur, manfaatkan di tempat-tempat kajian di Masjid, gunakan untuk amal-amal salih. Jangan sampai justru kita sibuk merayakan dengan hal maksiat.

Baik itu tidak instan, jahat pun tidak instan. Langkah-langkah kecil apa yang kita jalani, akan berpengaruh pada langkah-langkah besar setelahnya.*

Tinggalkan Balasan