Serunya Tradisi Masak Mangalomang di Mandailing Natal

Oleh : Liansah Rangkuti, Jurnalis

DAUNJATUH.COM – Mangalomang adalah bahasa daerah Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang artinya masak beras ketan pakai santan kelapa dan garam di dalam bambu atau masak lemang.

Tradisi mangalomang di suku Mandailing saat menyemarakkan maulid nabi Muhammad SAW itu dari tahun ketahun selalu dilaksanakan masyarakat setempat.

Seperti memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H, atau tahun 2017 ini ada kegiatan yang masih dijadikan sebuah tradisi, yakni masak lemang (Mangalomang) secara serentak mulai pagi hingga sore. Hal ini dilakoni penduduk di Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi Kabupaten Madina Sumut.

Seperti pantauan Okezone, kaum ibu mulai jelang siang di setiap rumah tangga nampak sibuk Mangalomang di Desa Sibanggor Julu, Kamis (7/12/2017).

Selama 4-5 jam kaum ibu ini rela panas-panasan untuk menanti nikmatnya rasa lemang yang terbuat menu dasarnya dari beras ketan putih/hitam (lemang sipulut), lemang tepung (lemang itak) dan lemang terbuat dari ubi atau singkong (lemang gadung) racikan sendiri.

Salah satunya Ibu Siti Aisah (48), warga Desa Sibanggor mengatakan tradisi ini sudah berlangsung lama di desa Sibanggor Julu dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan Isra Mi’raj.

“Ini sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dengan berbagi antar sesama, besok di kampung kita ini mau ada acara memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, jadi lemang yang kita masak akan dibawa kesitu untuk dimakan ramai-ramai sama warga lainnya,” ungkapnya.

Selain di desa Sibanggor Julu, penduduk desa Purbajulu wilayah Puncak Sorik Marapi, bernama Puli Matogu (33) menyebutkan ada beberapa desa yang melakukan Mangalomang bersama yakni desa Purba Julu, Sibanggor Jae, Sibanggor Tonga, Sibanggor Julu, Huta Lombang dan Huta Julu.

Berbeda dengan tradisi umum di Indonesia, dimana memperingati Maulid Nabi atau sebuah perayaan hari besar islam salah satunya di Idul Fitri identik dengan ketupat atau lontong, di Mandailing Natal lebih identik dengan Mangalomang. Menurut Puli Matogu perayaan tidak lengkap rasanya, jika tanpa mangalomang.

“Selain karena kelezatannya, lemang menjadi spesial dan selalu dirindukan lantaran kentalnya kebersamaan waktu membuatnya. Sejak merencanakan, sampai kemudian mencicipi lemang hasil kolaborasi bersama keluarga dan kadang-kadang ikut juga tetangga menikmati kebersamaan dalam suasana penuh canda,” tambahnya Puli Matogu.*

Sumber : Okezone

Tinggalkan Balasan