Haji dan Dampaknya Bagi Orang Rusia di Wilayah Kaukasus Utara

DAUNJATUH.COM – Tahun demi tahun, umat Islam yang tinggal di dalam Federasi Rusia dihadapkan pada sejumlah isu seputar haji, ziarah Muslim ke kota suci Mekah dan Madinah di Arab Saudi.

Dari mereka yang berpartisipasi dalam haji, jumlah yang signifikan adalah Muslim yang berasal dari bagian Kaukasus Utara. Wilayah Dagestan dan Chechnya adalah pengirim jamaah haji terbanyak dari Rusia.

Sehubungan dengan ini, orang akan mengira bahwa aktivitas religius murni ini, atau tak terkait dengan soal politik, tidak akan menimbulkan respons negatif dari masyarakat Rusia. Tapi dari tahun ke tahun, ters menaiknya jumlah haji memang telah memaksa masyarakat Rusia untuk menghadapi kenyataan bahwa kebangkitan kembali Islam terjadi di negara itu.

Seperti dikutip dari analis politik dan Sejarawan Chechen, Dr Mairbek Vatchagaev, dalam Islam.ru, diketahui erdasarkan data jumlah penduduk Muslim di Rusia (Meski sensus Rusia tidak pernah memiliki pertanyaan tentang agama), maka etnis di Rusia yanng memeluk agama Islam ini beradal dari Tatar, Bashkir, Chechnya, Dagestanis dan Sirkasia. Diperkirakan kini ada 14-20 juta Muslim di Federasi Rusia. Namun, ini pun belum juga bisa dikatakan jumlah yang valid karena ada juga di antara orang Tartar dan Baskhir ada yang beragama Kristen atau ateis.

Dengan demikikan pertanyaan tentang jumlah Muslim di Rusia angka tidak akan pernah terjawab sepenuhnya, sampai pemerintah memulai senses dengan memasukan afiliasi agama dalam pertanyaannya. Faktanya penting lainnya juga menyatakan sampai kini para pemimpin negara itu juga belum dapat memastikan berapa jumlah yang pasti dari populasi Muslim di Rusia.

Presiden Putin misalnya mengatakan jumlah Muslim di Rusia sekitar 20 juta orang. Sementara Menteri Vladimir Zorin dengan mengutip pendapat seorang tokoh mengatakan jumlah Muslim di Rusia mencapai 14,5 juta orang. Sedangkan pemimpin Pusat Rusia untuk Politik Timur, Ralif Safin, menunjukkan total Musli di Rusia lebih dari 10 juta orang. Sementara Ketua “Komite Muslim,” Geidar Jemal menegaskan bahwa jumlah tersebut sengaja diremehkan atau dikecilkan, sebab pada kenyataannya Muslim Rusia mencapai 30 juta orang.

Maka dengan menggunakan asumsi jumlah terbesar – dari 20 juta Muslim – pemerintah Arab Saudi pun mengeluarkan kuota tahunan haji sebanyak 20.000 untuk peziarah asal Federasi Rusia.

Dan selama ini pun sudah menjadi tradisi, bila hampir dua pertiga dari jumlah peziarah ini diberian wilayah Dagestan, di mana pada tahun terkahir ini jumlah jamaah hajinya mencapai 13.200 orang. Bahkan, wllayah ini masih bisa mendapat kuota tambahan hingga 5.000 orang bila ada peziarah haji dari wilayan lain yang batal berangkat ke tanah suci.

Setalah Daghestan, wilayahnya Chechnya mendapat jatah kuota haji terbesar kedua, dengan jumlah peziarah mencapai 1.500 orang (data jamaah haji Rusia 2016)

Sebelumnya, pada tahun 2006, jumlah orang dari Tatarstan yang melakukan haji dua kali lipat menjadi 1.113 orang, sehingga tersisa 2.000 atau lebih slot haji untuk didistribusikan di antara populasi Muslim Federasi Rusia lainnya yang kalau itu disebut mencapai 15-16 juta orang.

Namun, dalam kurung waktu 15-17 tahun terakhir, jamaah haji asal Dagehstan mendominasi jamaah haji asal Rusia. Dan diperkirakan di wilayah tersebut kini sudah ada 130 ribu orang yang sudah menunaikan ibadah haji. Meski begitu juga, banyak dari mereka yang melakukan haji dari Dagestan tampaknya melakukannya karena alasan komersial semata.

Pada tahun 1999, saat berkunjung ke Moskow, penulis bertemu dengan seorang diplomat Saudi yang mengatakan kepadanya bahwa hampir 90 persen orang Dagestan yang pada saat melakukan ziarah melakukannya dengan alasan komersial semata.

Setiap tahunnya, ribuan mobil sarat dengan orang dan barang menuju ke Mekkah. Bukan hanya itu, diperkirakan sepertiga penduduk Dagestan sudah pernah ke Makkah. Dan banyak diantara mereka sudah naik haji berulangkali.

Untuk mengatasi situasi ini, Pemerintah Federasi Rusia telah membatasi jumlah barang bebas bea yang dibawa oleh peziarah untuk dibawa kembali ke negara tersebut. Menurut kantor berita Rusia, Interfax, hal ini pada pada gilirannya telah menyebabkan meletsunya perselisihan i sepanjang perbatasan Russo-Azeri,. Ini karena warga Dagestan yang tidak mau membayar iuran bea cukai telah mengorganisir gangguan massa sebagai upaya untuk menerobos masuk wilayah perbatasan.

Hal inilah yang kemudian pemerintah Rusia untuk menciptakan “kuota regional” berdasarkan perkiraan populasi Muslim di setiap provinsi Federasi Rusia. Perkembangan resmi semacam itu didampingi oleh banyak pihak yang memergikan jamaah haji secara tidak resmi. Konsekuensinya, pada tahun jumlah peziarah perempuan haji asal Rusia telah meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, jumlah jamaah haji perempuan yang berasal dari Rusia Tengah jumlahnya telah melampaui jumlah orang yang melakukan ziarah.

Yang lebih unik lagi, bila dibandingkan pizarah haji pada dekade 1980-an yang kebanyakan terdiri dari para orang tua, pada dekade terakhir ini jamaah haji asal Rusia malah didominasi kaum muda.

Dengan begitu, melihat terus menaiknya jumlah jamaah haji dan banyaknya anak muda Rusia yang naik haji, maka pengaruh Islam di negara itu kini terus menguat di dalam masyarakat.*

Sumber : Ihram

Tinggalkan Balasan