Seburuk-buruk Muslim

@UstadzFelixSiauw

DAUNJATUH.COM – Bicara sesuatu yang baru ekstrim, maka selama orang itu masih Muslim, minimal benar syahadatnya, maka seburuk-buruknya Muslim, tetap ada dalam koridor yang jelas.

Artinya, walau dia fajir, berdusta, meski berzina, berjudi, atau bahkan berzina, selama paham syahadat, dia akan yakin bahwa apa yang dilakukan itu salah, meski dia belum mampu meninggalkannya.

Separah-parahnya Muslim, dia tahu bahwa yang sering ke masjid itu orang salih walau dia belum begitu, tahu bahwa yang menutup aurat itu di jalan taat walau dirinya mungkin belum sampai mengerjakannya.

Dengan asumsi bahwa syahadatnya masih terjaga, akalnya masih normal dan perasaannya masih Islami. Maka seorang Muslim pasti lebih aman bagi peradaban manusia.

Tapi bila sudah atheis, maka ragamnya sangat berbeda, kita bisa menemukan atheis yang ‘budiman’ sampai yang ‘brutal’ melebihi hewan. Sebab atheis tak meyakini Tuhan.

Bagi mereka kehidupan ini terjadi serta-merta, maka mengakhiri hidup pun mudah saja. Penghormatan bagi agama, dan kehidupan menjadi sesuatu yang salah.

Sebab Islam punya aturan, jihad misalnya terikat pada aturan-aturan yang banyak, detail, dan sangat manusiawi. Kasarnya, mau perang dan membunuh saja ada banyak ‘checklist’ yang harus dipenuhi.

Beda dengan atheis, mereka tak meyakini akhirat, maka tak perlu tanggung jawab ke siapapun, maka mereka bisa sangat sadis, tak punya kemanusiaan saat membantai.

Seburuk-buruk Muslim akan paham mana salah mana benar, meski dia belum mengamalkan, tapi atheis bila berbuat sadis, mereka mengira itu adalah kebaikan, adalah kebenaran.

Nusantara sudah punya pengalaman dengan para atheis ini, saat PKI berkuasa, seolah pro-agama padahal sangat membencinya, seolah pro-rakyat padahal nafsu berkuasa.

Siapa manusia yang paling dibenci atheis semisal PKI? Jelas para ulama, karenanya banyak yang dibunuhi. Maka sekarang, rapatkan barisan, ikuti dan dengarkan para ulama.

Bila ia ulama benar, maka takutnya kepada Allah melebihi takutnya pada makhluk, mereka yang insyaAllah sekali lagi bisa menyelamatkan kita dari fitnah para atheis sadis dan brutal.*

Tinggalkan Balasan