PBB Desak Suu Kyi Temui Rohingya yang Dipersekusi

DAUNJATUH.COM – Sekelompok pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi untuk bertemu langsung dengan masyarakat minoritas Muslim Rohingya yang dipersekusi oleh militer.

Myanmar telah menampik tudingan PBB bahwa pasukannya terlibat pembersihan etnis dalam merespons serangan terkoordinasi oleh angkatan bersenjata Rohingya pada 25 Agustus lalu.

Ketujuh pakar dalam kelompok itu menyebut operasi militer telah memaksa nyaris 430 ribu pengungsi melarikan diri ke Bangladesh. Di antara tujuh orang tersebut adalah pelapor khusus untuk hak asasi manusia di Myanmar yang berfokus pada isu minoritas dan rasisme.

“Kami meminta Aung San Suu Kyi untuk menemui Rohingya secara langsung,” kata para pejabat itu dalam pernyataan yang dikutip Reuters, Selasa (26/9).

Mereka mengatakan implementasi janji Suu Kyi untuk menyelesaikan krisis, termasuk untuk menghukum pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan tersebut, hanya merupakan “gestur kosong” karena banyak Rohingya melarikan diri.

Suu Kyi adalah pemenang penghargaan Nobel Perdamaian yang mulai duduk di kursi penasihat negara Myanmar tahun lalu setelah negara tersebut dikuasai tangan besi militer selama 50 tahun. Dia telah mengutuk segala bentuk pelanggaran hak tapi tekanan internasional terus meningkat dan penghargaannya kini dituntut untuk dicabut.

Suu Kyi tidak bisa mengendalikan pasukan keamanan di bawah konstitusi yang disusun militer dalam masa transisi. Peraturan itu pula yang membuatnya tidak bisa menjadi presiden dan memberikan angkatan bersenjata hak veto atas reformasi politik.

Sebanyak 1,1 juta Rohingya di negara yang penduduknya mayoritas Buddha itu tidak diberikan status kewarganegaraan dan diklasifikasikan sebagai imigran ilegal dari Bangladesh, meski mengklam sudah berada di wilayah tersebut selama beberapa generasi.*

Sumber : CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan