KABAR ANGIN
Now Reading
Enggan Cuti, Ahok Dinilai Manfaatkan Kekuasaannya untuk Dongkrak Elektabilitasnya

Enggan Cuti, Ahok Dinilai Manfaatkan Kekuasaannya untuk Dongkrak Elektabilitasnya

by daunjatuhMaret 5, 2017

DAUNJATUH.COM – Peta politik pada putaran kedua Pilgub DKI Jakarta terjadi perubahan arahan dukungan. Hal itulah dipandang sebagai penyebab Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) enggan cuti dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta yang mencalonkan kembali bertarung dengan pasangan calon (paslon) Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahudin Uno yang kan berlangsung 19 april mendatang.

“Posisi Ahok yang dikembalikan sebagai gubernur setelah masa cutinya berakhir 11 Februari 2016, jelas menyalahi UU, dengan posisinya tetap sebagai gubernur, Ahok diuntungkan secara politis,” kata Direktur Eksekutif Periskop Data, Muhamad Yusuf Kosim kepada Okezone, Minggu (5/3/2017).

Dengan menjadi orang nomor satu di Ibu Kota, tentunya Ahok bakal melakukan berbagai cara termasuk menggunakan wewenangnya demi mendongrak elektabilitas yang sebelumnya anjlok. Cara itu menurut Yuko akan terus dilakukan Ahok demi menggalang dukungan politik dari warga Jakarta, terlebih dengan perolehan suara 42% membuktikan bahwa kandidat petahana tersebut jauh dari target. Saat masa kampanye lalu diketahui, Ahok-Djarot sangat percaya diri akan memenangkan pertarungan meraih kepemimpinan di Ibu Kota hanya dengan satu putaran saja.

“Dengan posisinya tersebut, Ahok diduga dapat menggunakan kekuasaanya untuk melakukan penggalangan suara. Apalagi dalam menghadapi putaran kedua yang akan berlangsung secara ketat. Dukungan suara yang hanya 42% pada pilkada putaran pertama membuktikan bahwa dukungan suara jauh dari harapan kampanye Ahok-Djarot untuk memenangkan pilkada dalam satu putaran,” bebernya.

Yuko pun menjelaskan sesuai UU harusnya Ahok wajib melakukan cuti, sebagaimana tertuang dalam pasal 70 ayat 3 UU 10 tahun 2016 tentang diwajibkan cuti selama kampanye bagi petahana. Berdasarkan UU 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah pasal 83 ayat 1 dengan tegas menyatakan bahwa Ahok harus diberhentikan sementara.

“Jika itu terjadi, pasangan Ahok- Djarot akan bekerja ekstra keras untuk memenangkan putaran kedua. Apalagi kecenderungan pemilih Agus – Silvy memberikan dukungannya ke Anies – Sandi,” tutupnya.*

About The Author
daunjatuh

You must log in to post a comment