Tawakal seperti Burung

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar

DAUNJATUH.COM – Dari Umar bin Khaththab Ra, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, Andaikata kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian, sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung yang pergi pada hari dalam keadaan perut yang kosong dan sore hari dalam keadaan perut yang kenyang. (HR. Imam at-Tirmidzi)

Saudaraku. Hadis tentang burung ini amat penting dipahami supaya kita mengerti bagaimana orang yang sempurna tawakalnya. Kita baca di sana bahwa burung itu tidak hanya diam, tetapi ada pergerakan. Burung terbang di pagi hari walaupun dia tidak tahu di mana rezekinya. Lalu saat pulang di sore hari dia pun kenyang.

Jangan sampai merasa mengenal Yang Maha Pemberi rezeki, lalu berkata, Gajah saja tidak sekolah tapi gemuk-gemuk, dan kuda nil juga kerjaannya berendam tetap bertubuh besar. Yang begini baru tahu asma Allah, belum sampai mengenal-Nya. Atau, ada yang mau menikah tapi hanya diam saja di rumah, Setiap laki-laki dan perempuan ciptaan Allah, dan Allah pula yang mengatur jodoh. Kata-katanya benar, tapi pemahamannya belum.

Bergeraklah seperti burung. Meski kita tidak tahu rezeki ada di mana, dan memang kita tidak harus mengetahui semuanya. Jangan menjadikan tawakal kepada Allah sebagai tempat bersembunyi kemalasan kita. Orang yang yakin kepada Allah justru berikhtiar penuh, karena ikhtiar itu ibadah.

Bergerak dan berdoalah sebelumnya. Kita tidak tahu rezeki ada di mana, apa saja kebutuhan dan yang terbaik bagi kita, dan kita tidak pernah tahu apa yang terjadi selama perjalanan. Kita tidak tahu mana rezeki yang halal dan berkah. Kita tidak tahu jika bakal ditipu, tertabrak oleh apa, atau terkena gigitan siapa.

Tetapi Allah Maha Mengetahui segala-galanya yang akan terjadi. Allah Penulis setiap takdir dan Penguasa setiap ketentuan. Setiap kejadian ada dalam genggaman-Nya. Mudah bagi Allah memindahkan dari satu takdir ke takdir lainnya, yang membuat kita lebih selamat. Cukuplah Allah sebagai Pelindung kita.

Dari Annas ra, beliau berkata, Rasulullah saw bersabda, Siapa yang ketika keluar dari rumahnya mengucapkan, Bismillaahi tawakkaltu alallaahi laahaula walaa quwwata illaa billaah, maka kepada orang itu dikatakan, Engkau telah diberi petunjuk, engkau dicukupi keperluanmu, juga diberi penjagaan. Maka setan pun menyingkir dari orang tersebut. (HR. Imam Abu Daud dan at-Tirmizi)

Tolong doa ini diamalkan baik-baik setiap kita mau keluar rumah: Bismillaahi tawakkaltu alallaahi laahaula walaa quwwata illaa billaah. Artinya, dengan menyebut nama Allah, saya bertawakal hanya kepada Allah, tiada daya dan upaya kecuali hanya dari Allah. Kalau doa ini dibaca dengan lisan dan hati yang mantap, maka Allah akan menjamin.

Orang yang berdoa dan yang tidak berdoa pasti berbeda. Dengan berdoa kita ditunjuki jalan keselamatan, keberkahan, dan ilmu. Jalan hidup ini banyak yang tak bisa diduga. Allah yang paling mengetahui apa yang terbaik untuk kita, dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.

Jadi, saudaraku. Sempurnakan ikhtiar kita, tapi jangan bersandar kepada ikhtiar. Karena ikhtiar adalah perintah Allah dan ibadah kita kepada-Nya. Kita harus belajar, tapi jangan bersandar pada kepintaran. Kita harus memperkaya pengalaman, tapi jangan bersandar pada pengalaman. Jangan bersandar kepada relasi, karena setiap relasi dalam genggaman Allah.

Semuanya ciptaan dan dikuasai Allah SWT. Walaupun seluruh makhluk bergabung, tetap tidak berdaya apa-apa kalau Allah tidak menghendaki. Karena itu baik dalam kesenangan, sedang ada keperluan maupun saat ketakutan, cukuplah Allah yang menjadi Pelindung dan Penjamin kita. Mantapkan hati membaca doa tadi, setiap sebelum kita mau terbang ke luar rumah. [Inilah]

 

Tinggalkan Balasan