Pertempuran Sengit Berkecamuk di Aleppo Timur yang Dikepung Rezim Assad

DAUNJATUH.COM – Pertempuran sengit kembali meletus di Aleppo Timur, yang terkepung, pada Jumat (18/11). Militer Suriah dengan didukung milisi pendukung serta kekuatan udara Rusia mencoba menyerbu kota itu untuk kesekian kalinya namun mendapat perlawanan sengit.

Rezim dan milisi sekutunya mencoba menembus garis pertahanan pejuang oposisi dari sisi selatan dan timur wilayah Aleppo yang terkepung berbulan-bulan itu. Serangan itu dimulai dengan gempuran udara sengit menargetkan pos-pos militer mujahidin.

Menurut sumber yang dilansir Kiblat dari Reuters Arabic, kedua pihak mengerahkan banyak pasukan dalam pertempuran ini. Bahkan, lembaga pengawas HAM Suriah menyebutkan ini pertempuran paling sengit dalam sepekan terakhir.

Seorang komandan faksi Jabhah Al-Syam, di bawah naungan FSA, menduga bahwa militer rezim dan milisi sekutunya barupaya merebut jalan raya yang memisahkan daerah kontrol oposisi. Ini bertujuan untuk memutus jalur logistik dan dukungan serta memecah wilayah kontrol oposisi di kota yang terkepung itu.

Komandan yang tidak disebutkan namanya itu menunjukkan, seperti dilansir Reuters Arabic, pertempuran ini berlangsung sangat sengit. Sejumlah pejuangnya gugur, termasuk komandan lapangan.

Al-Faruq Abu Bakar, komandan lapangan Ahrar Al-Syam, menegaskan bahwa pejuang berhasil menghadang serangan militer rezim di darah Al-Syaikh Sa’id, di sisi selatan Aleppo Timur. Dia menunjukkan, rezim memulai sernagan dengan menjatuhkan banyak birmil.

Sejak Selasa lalu, militer Suriah meningkatkan serangan udara ke Aleppo Timur setelah beberapa pekan mereda. Menurut sumber militer rezim, gempuran ini untuk mempersiapkan pertempuran darat. Sumber itu menambahkan, pasukan rezim memobilisasi milisi pendukung sejak hari Selasa tersebut.

Dalam pertempuran Jumat itu, pengawas HAM Suriah melaporkan sebuah rumah sakit kembali menjadi sasaran bom jet tempur Assad. Akibatnya, pelayanan di rumah sakit tersebut berhenti. Ini merupakan rumah sakit keempat dalam empat hari terakhir yang terkena serangan udara rezim.

Sementara itu, PBB menyebutkan bahwa warga di Aleppo Timur tengah menghadapi hari-hari suram. Makanan pokok semakin menipis. Obat-obatan dan peralatan medis tak jauh berbeda. Sementara serangan udara masih terus berlangsung dan kini mereka menghadapi operasi darat.

Militer Suriah kembali meraih kemajuan, memblokade Aleppo Timur bulan September lalu. Mujahdin sempat membuka blokade wilayah itu melalui operasi militer besar-besaran, namun dukungan udara Rusia terhadap militer Suriah tak mampu dihadang. Akibatnya, warga di Aleppo Timur kembali harus hidup dalam kepungan.

Meski mendapat banyak dukungan dari pasukan udara Rusia dan milisi asing, rezim Assad hanya meraih kemajuan terbatas dan tak bisa merebut wilayah baru. Pertahanan mujahidin nampaknya masih sulit untuk ditembus. Mujahidin sendiri juga menegaskan sudah siap perang kota jika seandainya militer rezim berhasil masuk Aleppo Timur.*

Tinggalkan Balasan